Latest Post


-Create a form for login. if user click LOGIN, it will be redirect to another form called form2, if they�re click EXIT and program will be terminate.
-Create form2 containing login credentials to authorize users, if users success they will be redirect to another form, called form3 containing CORE Applications. if not valid, users will back in form2 to authorize them.
-Create form3, containing program to calculate triangles and squares. and give a little condition.
Source Code Form1.
  1. Private Sub Command1_Click()  
  2. End  
  3. End Sub  
  4.   
  5. Private Sub Command2_Click()  
  6. Form2.Show  
  7. Form1.Enabled = False  
  8. Form3.Visible = False  
  9.   
  10. End Sub  
Source Code Form2.
  1. Private Sub Command1_Click()  
  2. If Text1.Text = "99999999" And Text2.Text = "rizq" And Text3.Text = "basic" Then  
  3.         Text1.Enabled = False  
  4.         Text2.Enabled = False  
  5.         Text3.Enabled = False  
  6.         Form3.Show  
  7.         Form1.Enabled = False  
  8.         Form2.Enabled = False  
  9.         Command1.Enabled = False  
  10.           
  11.           
  12.     ElseIf Text1.Text = "99999999" And Text2.Text = "rizq" And Text3.Text <> "basic" Then  
  13.           
  14.         Text1.Enabled = False  
  15.         Text2.Enabled = False  
  16.         Command1.Enabled = False  
  17.         MsgBox "User dan NIM Anda Benar, Password Anda salah"  
  18.     ElseIf Text1.Text <> "99999999" And Text2.Text = "rizq" And Text3.Text = "basic" Then  
  19.          
  20.         Text1.Enabled = False  
  21.         Text2.Enabled = False  
  22.         Command1.Enabled = False  
  23.         MsgBox "User dan Password Anda Benar, NIM Anda salah"  
  24.           
  25.     ElseIf Text1.Text = "99999999" And Text2.Text <> "rizq" And Text3.Text = "basic" Then  
  26.          
  27.         Text1.Enabled = False  
  28.         Text2.Enabled = False  
  29.         Command1.Enabled = False  
  30.         MsgBox "User dan Password Anda Benar, USER Anda salah"  
  31.     Else  
  32.         MsgBox "User,NIM dan Passwordnya Salah !"  
  33.         Text1.Text = ""  
  34.         Text2.Text = ""  
  35.         Text3.Text = ""  
  36.           
  37.           
  38.     End If  
  39. End Sub  
  40.   
  41.   
  42.   
  43.   
  44. Private Sub Command2_Click()  
  45. Form1.Show  
  46. Form1.Enabled = True  
  47.   
  48. End Sub  
  49.   
  50. Private Sub Form_Load()  
  51.   
  52. End Sub  
Source Code Form3.
  1. Dim var1 As Single  
  2. Dim var2 As Single  
  3. Dim var4 As Single  
  4. Dim var5 As Single  
  5. Dim hasil1 As Single  
  6. Dim hasil2 As Single  
  7.   
  8. Private Sub Command1_Click()  
  9.   
  10. var1 = Text1.Text  
  11. var2 = Text2.Text  
  12. var3 = 2  
  13. kali = var1 * var2  
  14. hasil1 = kali / 2  
  15. Text3.Text = hasil1  
  16.   
  17.   
  18. If hasil1 < 10 Then  
  19.        MsgBox "SEGITIGA KECIL"  
  20.              
  21.     End If  
  22.   
  23. End Sub  
  24.   
  25. Private Sub Command2_Click()  
  26.   
  27. var4 = Text4.Text  
  28. var5 = Text5.Text  
  29. hasil2 = var4 * var5  
  30. Text6.Text = hasil2  
  31.   
  32.  If hasil2 < 15 Then  
  33.         MsgBox "PERSEGI KECIL"  
  34.              
  35.      End If  
  36. End Sub  
  37.   
  38. Private Sub Command3_Click()  
  39. End  
  40. End Sub  
  41.   
  42. Private Sub Form_Load()  
  43.   
  44. End Sub  
SCREENSHOOT BELOW :
login-auth
apps-form3
apps-2-form3
apps-3-form3
Source code download here

Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet MaskNilai CIDR
255.128.0.0/9
255.192.0.0/10
255.224.0.0/11
255.240.0.0/12
255.248.0.0/13
255.252.0.0/14
255.254.0.0/15
255.255.0.0/16
255.255.128.0/17
255.255.192.0/18
255.255.224.0/19
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.240.0/20
255.255.248.0/21
255.255.252.0/22
255.255.254.0/23
255.255.255.0/24
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y � 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 � 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 � 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
  5. Subnet
    192.168.1.0
    192.168.1.64
    192.168.1.128
    192.168.1.192
    Host Pertama
    192.168.1.1
    192.168.1.65
    192.168.1.129
    192.168.1.193
    Host Terakhir
    192.168.1.62
    192.168.1.126
    192.168.1.190
    192.168.1.254
    Broadcast
    192.168.1.63
    192.168.1.127
    192.168.1.191
    192.168.1.255
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang �dimainkan� berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang �dimainkan� di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita �mainkan� di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.128.0/17
255.255.192.0/18
255.255.224.0/19
255.255.240.0/20
255.255.248.0/21
255.255.252.0/22
255.255.254.0/23
255.255.255.0/24
Subnet MaskNilai CIDR
255.255.255.128/25
255.255.255.192/26
255.255.255.224/27
255.255.255.240/28
255.255.255.248/29
255.255.255.252/30
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y � 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 � 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 � 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
  5. Subnet
    172.16.0.0
    172.16.64.0
    172.16.128.0
    172.16.192.0
    Host Pertama
    172.16.0.1
    172.16.64.1
    172.16.128.1
    172.16.192.1
    Host Terakhir
    172.16.63.254
    172.16.127.254
    172.16.191.254
    172.16.255.254
    Broadcast
    172.16.63.255
    172.16.127.255
    172.16.191.255
    172.16..255.255
Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 � 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 � 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0172.16.0.128172.16.1.0� 172.16.255.128
Host Pertama172.16.0.1172.16.0.129172.16.1.1� 172.16.255.129
Host Terakhir172.16.0.126172.16.0.254172.16.1.126�172.16.255.254
Broadcast172.16.0.127172.16.0.255172.16.1.127�172.16.255.255
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan ;)
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 � 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 � 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
10.0.0.010.1.0.0� 10.254.0.010.255.0.0
Host Pertama10.0.0.110.1.0.1� 10.254.0.110.255.0.1
Host Terakhir10.0.255.25410.1.255.254�10.254.255.25410.255.255.254
Broadcast10.0.255.25510.1.255.255�10.254.255.25510.255.255.255
Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya ;)
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x � 2
Tahap berikutnya adalah silakan download dan kerjakan soal latihan subnetting. Jangan lupa mengikuti artikel tentang Teknik Mengerjakan Soal Subnetting untuk memperkuat pemahaman anda dan meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan soal dalam waktu terbatas.
Source Mas Rommy.
REFERENSI
  1. Todd Lamle, CCNA Study Guide 5th Edition, Sybex, 2005.
  2. Module CCNA 1 Chapter 9-10, Cisco Networking Academy Program (CNAP), Cisco Systems.
  3. Hendra Wijaya, Cisco Router, Elex Media Komputindo, 2004.
Berikut soal latihan, tentukan :
a) Alamat Subnet Mask,
b) Alamat Subnet,
c) Alamat Broadcast,
d) Jumlah Host yang dapat digunakan,
e) serta Alamat Subnet ke-3
dari alamat sebagai berikut:
1. 198.53.67.0/30
2. 202.151.37.0/26
3. 191.22.24.0/22
Saya coba berhitung-hitung seperti demikian ;-)
1. 198.53.67.0/30 �> IP class C:
Subnet Mask: /30 = 11111111.11111111.11111111.11111100 = 255.255.255.252
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 26 = 64 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 22 � 2 = 2 host
Blok Subnet: 256 � 252 = 4, blok berikutnya: 4+4 = 8, 8+4 = 12, dst�
jadi blok Subnet: 0, 4, 8, 12, dst�
Host dan broadcast yang valid:
Maka dari perhitungan diperoleh:
  • Alamat Subnet Mask: 255.255.255.252
  • Alamat Subnet: 198.53.67.0, 198.53.67.4, 198.53.67.8, 198.53.67.12, � , 198.53.67.252
  • Alamat Broadcast: 198.53.67.3, 198.53.67.7, 198.53.67.11, 198.53.67.15 � 198.53.67.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 64�2 = 128
  • Alamat Subnet ke-3: 198.53.67.8
2.202.151.37.0/26 -> IP class C
Subnet Mask: /26 = 11111111.11111111.11111111.11000000 = 255.255.255.192
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 22 = 4 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 26 � 2 = 62 host
Blok Subnet: 256 � 192 = 64, blok berikutnya: 64+64 = 128, 128+64 = 192
Jadi blok Alamat Subnet: 0, 64, 128, 192
Host dan broadcast yang valid:
Maka dari perhitungan diperoleh:
  • Alamat Subnet Mask: 255.255.255.192
  • Alamat Subnet: 202.151.37.0, 202.151.37.64, 202.151.37.128, 202.151.37.192
  • Alamat Broadcast: 202.151.37.63, 202.151.37.127, 202.151.37.191, 202.151.37.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 4�62 = 248
  • Alamat Subnet ke-3: 202.151.37.128
3.191.22.24.0/22 �> IP class B
Subnet Mask: /22 = 11111111.11111111.11111100.00000000 = 255.255.252.0
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 26 = 64 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 22� 2 = 2 host
Jumlah Blok Subnet: 256 � 252 = 4, blok berikutnya: 4+4 = 8, 8+4 = 12, dst�
Jadi blok Alamat Subnet: 0, 4, 8, 12, 16, dst�
Alamat host yang valid:
  • Alamat Subnet Mask: 255.255.252.0
  • Alamat Subnet: 191.22.24.0, 191.22.24.4, 191.22.24.8, �, 191.22.24.252
  • Alamat Broadcast: 191.22.24.3, 191.22.24.7, 191.22.24.11, �, 191.22.24.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 2�64 = 128
  • Alamat Subnet ke-3: 191.22.24.8
Mohon kalo� ada yang salah, silahkan dikoreksi ;-)
Source from : http://mti.ugm.ac.id/~subura/?p=8

Kamis, 4 september 2008 dihari keempat bulan ramadhan. Duta internet kalsel diberikan kebingungan dalam pemberian materi pengalamatan TCP/IP. Karena sebagian besar duta internet kalsel bukan lah bersekolah yang mendasari pendidikan TKJ seperti saya. Mari saya bantu, supaya bukan cuman anak TKJ saja yang mampu memahami masalah TCP/IP.


disini saya hanya menyampaikan pengalamatan TCP/IP saja. Termasuk IP yang public dan private. Namun sebelumnya, kenali dulu istilah-istilah berikut ini:

-Default subnet mask ialah pemberi ruangan kepada jumlah IP yang digunakan.

-IP Broadcase adalah IP yang tak dapat dikedalam jaringan. Karena sebagai pengunci atau penutup IP lainnya.

-Host ialah pengguna IP pada tiap Client

Ip Loopback ialah IP yang digunakan pada setiap alat yang memerlukan IP untuk pengalamatan.

IP Public ialah IP yang digunakan oleh pengguna jaringan seluruh dunia.

Pengalamatan TCP/IP kelas A:

Pengalamatan TCP/IP kelas A dimulai dari 0.0.0.0 sampai dengan 127.255.255.255

Default subnet mask kelas A yaitu 255.0.0.0

IP broadcase kelas A ialah 126.255.255.255

IP public atau IP umum yang dapat digunakan 1.0.0.1 sampai dengan 126.255.255.254

IP private yang dapat digunakan yaitu 10.0.0.0 sampai dengan 10.255.255.255

IP untuk loopback yaitu 127.0.0.0 sampai dengan 127.255.255.255


Banyak IP dalam kelas A sebanyak 16.777.216 dan yang terpakai hanya 16.777.214 host dengan 126 jaringan.

Pengalamatan TCP/IP kelas B:

Pengalamatan TCP/IP kelas B dimulai dari 128.0.0.0 sampai dengan 191.255.255.255

Default subnet mask kelas B yaitu 255.255.0.0

IP broadcase kelas B ialah 191.255.255.255

IP public atau IP umum yang dapat digunakan 128.0.0.1 sampai dengan 191.255.255.254

IP private yang dapat digunakan yaitu 172.16.0.0 sampai dengan 172.31.255.255


Banyak IP dalam kelas B sebanyak 65.536 dan yang terpakai hanya 65.534 host.

Pengalamatan TCP/IP kelas C:

Pengalamatan TCP/IP kelas C dimulai dari 192.0.0.0 sampai dengan 223.255.255.255

Default subnet mask kelas C yaitu 255.255.255.0

IP broadcase kelas C ialah 223.255.255.255

IP public atau IP umum yang dapat digunakan 192.0.0.1 sampai dengan 223.255.255.254

IP private yang dapat digunakan yaitu 192.168.0.0 sampai dengan 192.168.255.255

Banyak IP dalam kelas C sebanyak 254 dan yang terpakai hanya 252 host.

demikian artkel saya, moga bisa dipahami semua

Bagaimana sih cara mudah menghitung jumlah host dengan subnet mask yang telah diketahui? Tanpa harus ribet mengingat-ngingat berapa host yang bisa dipakai dalam satu kolom subnet mask.
Bila rumus ku yang paling mudah dan singkat, begini caranya biar semua pembaca postingan saya dapat mengikuti nya. Walau mungkin sebelum nya para pembaca telah mengetahui cara-cara ini sebelumnya. Apa boleh buat, karena ilmu memang untuk dibagi-bagi.

Kamu tau berapa jumlah host per oktet?!
Jawabnya 256 host yang terdapat pada tiap oktet.
Bagaimana cara membaca oktet?
Jawabnya, oktet dibaca dari sebelah kanan sebagai oktet pertama, oktet kedua, oktet ketiga dan oktet keempat.

Contohnya:

IP Address : 192.168.5.1

sama dengan:

oktet keempat.oktet ketiga.oktet kedua.oktet pertama

atau dapat dibaca seperti ini :

oktet pertama = 1
oktet kedua = 5
oktet ketiga = 168
oktet keempat = 192

hmm.. Juga sudah jelas dengan masalah oktet, sekarang kita mulai pembahasan penghitungan jumlah host dalam kelas C. ingat, jumlah host per-oktet adalah 256 host namun 2 host yang tak dapat dipakai, karena sebagai IP subnet dan IP broadcast. Nah jika dalam kelas C anda mendapat subnet mask seperti berikut:

255.255.255.248

berapakah jumlah host yang valid pada subnet mask tersebut?

Jawabnya:
(256 - 248) - 2 = 6 host valid

bingung mengapa bisa dapatkan 6 host valid?
Mudah kok, kamu cukup ingatin tiap oktet terdiri 256 dan berapa nilai oktet pertama yang diketahui dan dikurang dua.

Contoh lagi: 255.255.255.192

jawabnya:
(256 - 192) - 2 = 62 host valid

udah paham? Alhamdullilah jika kamu sudah paham, sekarang ke kelas B dan kamu menemukan soal seperti ini.

255.255.252.0

jawabnya:
((256 - 252) x 256) - 2 = 1022 host valid

lo kok, caranya beda lagi?
Itu karena nilai subnetmask kelas B digoyangkan pada oktet kedua, nah dalam perhitungan subnetting, jika telah melewati satu oktet, maka nilainya 256 x nilai oktet pada oktet selanjutnya. Karena dijelaskan pada sebelumnya 1 oktet mempunya 256 host. Begitu pula pada kelas A yang nilainya digoyang pada oktet ketiga sehingga dua oktet yang harus dilewati nya. Maka rumus nya adalah:

((256 - nilai oktet ketiga) x 65.536)-2

karena nilai 65.536 adalah hasil dari dua oktet yang telah di lewati, yaitu 256 x 256.

Contoh soal:
1. 255.255.255.240
2. 255.255.224.0
3. 255.240.0.0

jawabnya, gunakan rumus yang telah ada seperti penjelasan diatas.

1. (256 - 240) - 2 = 14 host valid
2. ((256 - 224) x 256) - 2 = 8192 host valid
3. ((256 - 240) x 65.536) - 2 = 1.048.574 host valid

mudah kan belajar subnetting, apa susahnya?
Selagi ada 1001 jalan menuju negeri cina,he.. Jika ada yang kurang paham terhadap penjelasan diatas, silahkan pertanyakan kepada saya dengan menitip komentar atau salam mu pada posting ini.

Membuat jaringan?Apa itu jaringan?dan Bagaimana cara membuatnya? Disini saya akan mencoba untuk menjelaskan bagaimana cara membuat jaringan sederhana. Tapi sebelumnya mungkin saya akan menjelaskan sedikit tentang apa itu jaringan. Jaringan, mungkin qta sering mendengar kata itu tp tidak banyak yg mengerti apa yang dimaksud sebenarnya. ok begini saja qta ibaratkan seperti jaringan yang ada ditubuh qta, setiap perangkat yang ada saling terhubung dengan fungsi untuk saling bekerja sama walaupun setiap perangkatnya memiliki fungsi sendiri-sendiri. Sebuah sitem dikatakan jaringan komputer jika terdapat satu buah komputer yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi yang telahdiwakili oleh sekumpulan komputer berjumlah banyak dan terpisah-pisah akan tetapi dapat saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya. Sekarang qta sudah tw apa itu yg dimaksud dengan jaringan komputer,lalu bagaimana cara membuatnya,sebelum qta memulai langkah pembuatannya ada baiknya qta coba perhitungkan dulu berapa biaya yang akan qta keluarkan dalam pembuatannya. Misalnya saya akan membuat suatu jaringan dalam satu ruangan yang berukuran kurang lebih 20 x 20 meter dan denah ruangannya seperti gambar di bawah ini :
Gambar denah ruangan
Lalu dalam ruangan tersebut akan qta letakkan 30 buah komputer yang saling terhubung dalam satu ruangan tersebut. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Gambar ruangan dengan settingan LAN
untuk membuat jaringan qta harus tw berapa biaya yang akan dibutuhkan dalam pembuatannya.Dan kita akan mencoba menghitung kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan pertitiknya. Sekarang kita akan menghitung berapa jumlah kabel yang diperlukan,untuk Jarak antar PC adalah 1,5m dan perhitungannya sbb:
  • Jarak switch0 dengan server adalah 2m
  • Jarak antar switch0 dan switch1 adalah 18m
  • Jarak switch0 ke PC-1 s/d PC-6 adalah 1,5+3+4,5+6+7,5+9+10,5=42
  • Jarak switch0 ke PC-21 s/d PC-29 adalah 3,5+5+6,5+8+9,5+11+12,5+14+15,5 = 85,5m
  • Jarak switch1 ke PC-7 s/d PC-10 adalah 6,5+5+3,5+2 = 17
  • Jarak switch1 ke PC-11 s/d PC-14 adalah 6,5+8+9,5+11 = 35m
  • Jarak switch1 ke PC-15 s/d PC-20 adalah 13+14,5+16+17,5+19 = 80
Jadi, total kabel yang dibutuhkan adalah 2+18+42+85,5+17+35+80 = 279,5m Dari perhitungan tersebut kita dapat melihat bahwa kabel yang terpakai adalah sepanjang 279,5m,Dan karena 1 roll kabel itu berisi 300m, untuk itu kita membutuhkan cukup 1 roll saja. Dan total rincian biaya keseluruhannya dapat kita perhitungkan sbb:
  • Kabel UTP : 1 roll * @700000 = Rp. 700.000
  • Konektor RJ 45 : 1box = Rp. 25.000
  • Switch 24 Port : 2 * @ 700000 = Rp.1400.000
  • Etherned Card : 30 * @30000 = Rp. 900.000
  • Tang Crimping : 2 * @ 75000 = Rp. 150.000
  • Kabel Tester : 1 buah = Rp. 50.000
  • Biaya Operasional : 1 hari * 4orang * @50.000 2 hari * 200.000 = Rp. 400.000
Dan jika perhitungan diatas itu qta jumlahkan maka totalnya adalah Rp. 3.675.00. Jadi biaya untuk mengerjakan satu titiknya adalah : Rp. 3.675.000 / 30 unit = Rp. 122.500/titik
Yup itu adlah perincincian biaya biaya yang qta butuhkan untuk per titiknya, so bagaimana langkah-langkah dalam membuatnya ? ok saya akan menjelaskannya satu per satu 'dilihat baik2 ya! Sebelumnya qta siapkan dulu alat dan bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat jaringan.Berikut adalah alat dan bahan yang qta butuhkan:
1. Rj 45 konektor
2. kabel UTP
3. Switch ( 2 unit @ 16 port) 4. Tang crimping ( 2 buah) 5. Alat tester Setelah setelah alat dan bahan sudah terkumpul lengkap berarti kita telah siap untuk memulai membuat jaringan, berikut adalah langkah-langkahnya: 1. Kupas kedua ujung kulit luar kabel UTP menggunakan Tang crimping panjangnya kira-kira 1,5 cm seprti gambar berikut ini.
2. Pisahkan kabel-kabel tersebut untuk mempermudah dalam pengurutan kabel.
3. Urutkan warna-warna kabel tersebut.
Urutkan Kabel berdasarkan tipe:
Straight : C-PC-H-B-PB-PH-O-PO
Crossleft : C-PC-H-PB-B-PH-O-PO
Crossright: C-PC-O-PB-B-PO-H-PH
4. Potong ujung-ujung kabel untuk meluruskan kabel agar rata.
5. Masukan kabel yang sudah rata ujung-ujungnya kedalam konektor (RJ45).
6. Kemudian tes kabel tersebut pastikan semua titik menyala.
7. Pasang kabel UTP pada switch,untuk pemasangan kita hanya perlu menancapkan satu konektor rj 45 yang telah disambungkan pada kabel UTP tadi ke salah satu switch dan yang satunya lagi pada PC.
Setelah memotong dan memasukan kabel kita setting ip address pada LAN tersebut�.

langkah pertama yang harus kita perhatikan adalah icon beikut di pojok bawah sebelah kiri monitor
Setelah itu lakukan penginstalan TCP/IP pada Local Area Network Connection in Network and Dial-Up Connections(untuk mengetahui cara penginstalan klik disini). Setelah jaringan secara fisik terinstal,maka yang harus qta lakukan sekarang adlah mengkonfigurasi IP adress masing-masing komputer sehingga dapat saling terkoneksi. IP addres adlah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.70.20.Alamat kelas Ip dibagi menjadi 3 yaitu:
IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar, IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar, IP address kelas C digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Seperti yang sudah aq jabarkan kemarin bahwa qta akan mencoba membuat jaringan dengan dengan 30 komputer,maka tipe alamt kelas yang qta pakai adalah tipe kelas C. Ada 2 cara dalam mengkonfigurasi/mensetting ip address yaitu dengan cara automatically dan cara yang manual. Tapi disini aq akan mencoba untuk mempraktikkan cara mensetting IP address dengan cara yang manual (aduh udah ga sabar nich,,ayo donk dimulai..)ok qta mulai aja yach� 1.pastikan kompi kmu dalam keadaan menyala 2. Pastikan juga kabel sudah menancap di switch dan sudah terinstalasi seperti penjelasan diatas tadi 3.Setelah semuanya sudah siap lalu klik Start � Setting � Network Connection,untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini:
4. Lalu akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini,lalu double klik pada icon Local AreaNetwork
5. Setelah itu double klik lagi pada Internet Protocol (TCP/IP) yang ada di dalam kotak dialog Local Area Connection Properties seperti gambar ini,
6. Lalu akan muncul kotak dialog baru , Internet Protocol (TCP/IP) Protocol seperti gambar dibawah ,
7.Lalu klik use the following IP address, dan isikan alamat IP, subnet mask, dan default gateway. Kalau jaringan kmu mempunyai sebuah server DNS, maka kmu dapat mengatur komputer kmu agar memakai DNS dengan mngetiklan alamat-alamat server DNS primer dan sekunder seperti ditampilkan gambar dibawah ,namun DNS sekunder tidak diisi pun tidak apa.
8. Setelah semuanya selesai diisi lalu klik ok untuk menutup kotak dialog Internet Connection (TCP/IP) Properties. click OK untuk menutup kotak dialog �Local Area Connection Properties�
Yup kita sudah selesai mensetting /memberikan alamat untuk kompi qta lalu selanjutnya apa yg harus qta lakukakan?yang harus qta lakukan skrg adlh,melakukan pengecekan terhadap TCP/IP untuk memastikan bahwa komputer dapat berhubungan ke jaringan dan host TCP/IP yang lain. Pengecekan ini dapat dilakukan dengan memakai utiliti Ipconfig dan utiliti PING. Dengan Ipconfig, berarti memverifikasi parameter-parameter konfigurasi TCP/IP pada sebuah host, yang meliputi alamat IP, subnet mask, dan default gateway, dari command pormpt. Hal ini bermanfaat dalam menentukan apakah konfigurasi itu diinisialisasi atau sebuah alamat IP duplikat dikonfigurasi.
Kalau utiliti PING untuk menguji konektivitas. Utiliti PING adalah suatu piranti diagnostik yang menguji konfigurasi-konfigurasi TCP/IP dan mendiagnosa kegagalan koneksi. PING memakai pesan-pesan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo Request and Echo Reply untuk menentukan apakah host TCP/IP tertentu tersedia dan fungsional. Seperti utiliti Ipconfig, utiliti PING dieksekusi pada command prompt. Dan caranya adlah:
1. klik Start � Run lalu akan muncul gambar, dan isikan alamat ip yang akan dilakukan pengecekan.
2. Jika didapatkan hasil ping test seperti gambar dibawah (Reply from x.x.x.x ), ini menandakan bahwa jaringan beroperasi dengan normal.
Jika didapatkan hasil ping test (Request timed out), Kemungkinan ada problem di jaringan Lokal.Kemungkinan itu bisa terjadi karena :
  • Konektor kabel jaringan (kabel LAN) terpasang kurang kencang."Kencangkan koneksi pemasangan kabel LAN ke port Hub Ethernet dan ke Card PC LAN"
  • Kabel LAN yang tidak bagus (ada pin-pin koneksi kabel yang putus ditengah) "Ganti dengan kabel LAN lain yang bagus"
  • Port Hub Ethernet yang tidak bagus (longgar atau bad contact) "Coba pindah port"

Pertama siapkan dokumen baru
Biarkan default setting yang digunakan

Klik Text Tool (T) Ketikan kata atau kalimat apa saja terserah anda
Missal �unromantic romeo�
Hhee
Aktifkan teks tersebut kemudian klik kanan pilih break apart

Atau tekan Ctrl+B
Break apart berguna untuk melakukan pemisahan objek teks menjadi karakter-karakter atau huruf yang terpisah

Masih dalam keadaan terseleksi, klik kanan pada huruf tersebut dan pilih distribute to layers

Maka secara otomatis tiap karakter akan dimasukkan ke dalam layer yang berbeda-beda

Delete saja layer 1 yang kosong
Seleksi semua frame 5 dari semua layer, kemudian Klik kanan lalu pilih Insert keyframe atau tekan F6

Maka akan menjadi sebagai berikut

Seleksi frame 1 dari semua layer,

Klik kanan pada frame1 kemudian pilih create motion tween

Klik pada objek huruf yang aktif, masuk pada panel properties rubah color menjadi alpha dengan nilai capacity 0

Maka akan menjadi


Klik menu Modify  >>  transform >> Scale and rotate

Ubah nilainya menjadi 200

Klik OK
Maka setiap karakter akan menjadi lebih besar
Pada panel pengaturan align pilih Align horizontal center, pastikan align/distribute aktif
Maka akan menjadi
Geser frame dari setiap layer hingga menjadi seperti ini
Cara menggesernya klik pada frame1 sambil menekan tombol Shift klik frame 5 (Frame terakhir yang terdapat keyframe

Kemudian seleksi frame 50 pada semua layer
Tekan F6 atau insert keyframe
Untuk menjalankan Ctrl+Enter
Terima kasih.. semoga bermanfaat.. :)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.